Albert Camus merupakan seorang sastrawan,
dramawan, wartawan, esais, dan filsuf. Ia lahir pada 7 November 1913 di Mondovi,
sebuah kota kecil di Aljazair, yang pada masa itu masih menjadi daerah jajahan
Prancis. Albert Camus tumbuh dalam lingkungan keluarga yang miskin. Kurang dari
setahun setelah kelahiran Albert Camus, ayahnya gugur dalam Perang Dunia I
ketika terjadi Pertempuran Marne Pertama pada tahun 1914. Camus kemudian
dibesarkan seorang diri oleh ibunya yang merupakan seorang keturunan Spanyol,
Catherine Sintes, yang sehari-hari melakukan pekerjaan rumah tangga untuk
menghidupi keluarganya. Camus bersama ibu dan kakak laki-lakinya kemudian
pindah ke distrik kelas pekerja di Aljazair. Ketiganya tinggal bersama nenek
dari pihak ibu dan seorang paman yang lumpuh. Kehidupan masa mudanya yang sulit
ini diabadikan oleh Camus di dalam esainya yang berjudul L’Envers et
I’endroit (The Wrong Side and the Right Side) pada tahun 1937
Pada
tahun 1918 Albert Camus masuk ke sekolah dasar dan berhasil mendapatkan
beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya ke sekolah menengah Lycee d’Alger
pada tahun 1923 dan lulus pada tahun 1930. Camus kemudian melanjutkan studinya di
Universitas Aljazair sebagai mahasiswa filsafat. Periode ini yang kemudian menandai
kebangkitan intelektual Albert Camus, dia sangat dipengaruhi oleh salah seorang
dosennya, yaitu Jean Grenier, yang membantunya mengembangkan ide-ide sastra dan
filsafat
Camus berhasil meraih gelar sarjana
pada tahun 1935. Setahun kemudian, Camus memperoleh gelar akademik setara
master untuk tesisnya yang berjudul Neo-Platonisme et Pensee Chretienne
Selama tahun-tahun kuliahnya, Camus menjadi anggota Partai Komunis Aljazair dengan maksud untuk memperjuangkan kesetaraaan antara warga Eropa dengan warga asli Aljazair. Namun, pada tahun 1937, Camus dikeluarkan dari partainya karena terlibat dalam Partai Rakyat Aljazair. Ia kemudian bekerja sebagai wartawan di Aljazair sebelum kemudian pindah ke Prancis.
Karir Albert Camus sebagai wartawan
kemudian meningkat ketika ia menjadi editor harian Paris, Combat. Camus
banyak menulis terkait kolonialisme Prancis di Aljazair. Dalam hal ini, Camus
memegang posisi sayap kiri independen berdasarkan cita-cita keadilan dan
kebenaran serta keyakinan bahwa segala tindakan politik harus memiliki dasar
moral yang kuat
Albert Camus juga merupakan orang yang sangat mencintai teater. Ia mendirikan Théâtre du Travail (Teater Pekerja) sebagai representasi teater untuk kelas pekerja. Camus juga menulis beberapa karya drama, seperti Le Malentendu (1944) dan Caligula (1945), dia juga pernah mengalihwahanakan dalam bentuk drama panggung karya William Faulkner, Requiem pour une nonne (1956) dan karya Fyodor Dostoyevsky, Les Possédés (1956).
Selain karya drama, Camus juga
menulis beberapa karya novel dan esai. Novel L’Étranger, yang telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Orang Asing, merupakan
novelnya yang paling terkenal. Novel ini menceritakan tentang Mersault yang
terasing dari dunianya. Mersault digambarkan sebagai sosok yang menerima segala
sesuatunya dengan kewajaran. Dia tidak bisa memaknai dan memahami dirinya dan
dunia di sekitarnya
Pada usianya yang ke-43 tahun, yakni pada tahun 1957, Camus mendapatkan penghargaan Nobel Sastra atas karya-karyanya dan perlawanannya terhadap ketidakadilan. Camus meninggal pada tahun 1960 karena insiden kecelakaan. Ia meninggal dalam usia yang masih muda, yakni 46 tahun. Camus terkenal sebagai seorang filsuf dan sastrawan yang melahirkan paham absurdisme. Bersama sahabatnya, Jean Paul Sartre, mereka dikenal sebagai filsuf eksistensialis. Tetapi, Camus sendiri menolak untuk disebut sebagai eksistensialis. Menurut Camus, pemikiran absurdismenya berbeda dengan filsafat eksistensialisme. Namun, meskipun begitu, pemikiran-pemikiran Camus memiliki ciri eksistensialisme yang begitu kuat, khususnya terkait dengan persoalan kemanusiaan dan kebebasan.
Daftar Pustka:
Camus, Albert. Perlawanan, Pemberontakan, dan Kematian. Jakarta: Narasi, 2017.
Cruickshank, John. Albert Camus | Biography, Books, Philosophy, Death, & Facts. 3 November 2023. https://www.britannica.com (diakses Desember 5, 2023).
Nur, Muh. Yasin Ceh. Absurditas Manusia dalam Pandangan Filsafat Eksistensialisme Albert Camus. Makassar: Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, 2019.
Pradhana, Mamor Adi, dan Mochamad Nasrul Chotib. Biografi Albert Camus. 5 Juni 2019. https://www.merdeka.com/albert-camus (diakses Desember 5, 2023).
Komentar
Posting Komentar