Bisa dikatakan bahwa saya ini adalah pencinta buku. Saya merasa bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah untuk membaca, dan itu memang sudah ditegaskan oleh wahyu pertama; iqra, bacalah. Saking gandrungnya saya terhadap buku, saya sudah menganggap buku adalah istri pertama saya. Seperti halnya Bung Hatta, yang menganggap satu-satunya istri beliau sendiri adalah istri keduanya. Saya membaca buku bukan karena ingin menjadi pintar atau dianggap sebagai orang pandai. Bukan, alasan saya membaca buku adalah untuk menikmati hidup. Kehidupan dunia yang membosankan, dengan banyaknya masalah dan orang-orang aneh, membuat saya bereskapisme ke dalam dunia buku. Membaca satu buku, mendorong saya untuk membaca buku yang lain. Begitu seterusnya. Hidup saya adalah perjalanan dari buku ke buku. Hingga saya menganggap, waktu hidup saya yang terbatas tidak cukup untuk membaca seluruh buku yang ada di dunia ini. Dan pikiran itu membawa saya untuk membayangkan bahwa di akhirat nanti saya berjanji untuk memba...