Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Cermin Tua

Kasihan sekali perempuan itu, dia takut dikejar oleh waktu. "Selain rokok, waktu juga dapat membunuhmu." katanya.  Sama seperti biasanya, di pagi buta ini, dia sudah rindu pada air. Tubuhnya selalu merasa tenang saat berada di dalam air. Air baginya adalah kebutuhan hidup. Tanpa air, ia tidak bisa melanjutkan pekerjaan.  Selain air, perempuan itu juga bersahabat baik dengan cermin tua di kamarnya. Cermin tua itu sudah ia anggap sebagai bagian dari dirinya. Karena setiap hari, cermin itu selalu menjadi tempat bayangannya berdiam diri. Air dan cermin baginya adalah teman kecantikan. Air ia gunakan untuk membersihkan diri, cermin ia gunakan untuk mencantikan diri.  Ia benci sekali pada waktu, tapi ia tahu bahwa waktu dan kecantikan adalah suatu hal yang saling berkaitan. Kecantikannya pudar karena waktu, tapi waktu juga yang membuatnya cantik. Lama sekali ia bersolek diri di depan cermin tuanya. Adakalanya ia benci pada cermin tua itu, karena tak bisa memberinya kepuasan hat...

Gadis yang Memanjat Pohon Kelapa

Gadis yang Memanjat Pohon Kelapa : Ibu     Ia seorang gadis pemberani yang tinggal di lereng Bukit Pranji. Masa kecilnya dibesarkan oleh negara yang sedang mengaum seperti serigala.   Pada suatu pagi hari, hatinya yang penuh nyali bertekad memanjat pohon kelapa untuk ia hadiahkan kepada orang tuanya.   Bertahun-tahun ia memanjat pohon itu. Masa mudanya habis dikikis lambaian angin pohon kelapa yang dipanjatnya.   Ibunya hanya memandangnya dari depan jendela, sambil berkata, “Ayo, Nak, turunlah! Negara sebentar lagi akan memberi kita buah kelapa.”   “Tidak, Bu. Negara tidak mau bersusah payah pada orang susah seperti kita.”   Ketika sudah mencapai puncak pohon, ia petik kelapa itu dan meminum  airnya  untuk mengobati sakitnya  yang telah lelah.