Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Ad-Din al-Islam sebagai Konsepsi Dasar Membangun Peradaban

Berbicara mengenai peradaban, para ahli masih berbeda pendapat mengenai definisi dari istilah peradaban. Peradaban sering diartikan sebagai kemajuan dari suatu bangsa. Jika kita menganggap peradaban sebagai kemajuan, baik kemajuan dari segi ekonomi maupun teknologi, maka sudah banyak bangsa yang telah mencapai peradabannya atau kemajuannya sendiri. Namun, pengertian dari peradaban sendiri ternyata tidak sesederhana itu. Peradaban juga bisa diartikan sebagai kebudayaan suatu bangsa yang beradab (kemajuan moral suatu bangsa). Jika kita melihat Peradaban Barat saat ini, yang mana merupakan tolok ukur dari suatu negara maju, tepatkah kita menyebut Bangsa Barat sebagai bangsa yang beradab? Yang mampu membangun kebudayaannya sendiri sehingga menjadi sebuah peradaban yang menjadi acuan moral bangsa-bangsa lain? Bertambahnya kemajuan di bidang teknologi, bertambah pula kerusakan di muka bumi. Seakan-akan jika ingin menjadi negara maju, maka harus rela merusak alam. Peradaban Barat saat ini...

Kebebasan Menurut Albert Camus #5

Absurdisme membawa konsekuensi pada pilihan hidup manusia. Menurut Camus, dalam menghadapi absurditas, manusia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu bunuh diri atau menerima absurditas. Bunuh diri di sini dibedakan menjadi dua, yang pertama yaitu bunuh diri eksistensi dengan menghilangkan nyawa sendiri. Camus menyebut orang yang melakukan bunuh diri sebagai pengecut, karena baginya lari dari absurditas dengan menghilangkan nyawa sendiri berarti terjebak dalam keabsurdan, dia tidak menggunakan kebebasannya sendiri. Sedangkan bunuh diri yang kedua yaitu bunuh diri secara filosofis, artinya manusia menolak kemampuannya sendiri untuk memaknai kehidupan ini secara rasional dengan taklid kepada kepercayaan-kepercayaan agama dan ajaran filsafat. Meskipun Camus tidak menolak jenis bunuh diri yang kedua, tetapi menurutnya cara ini masih dilakukan secara setengah-setengah dan tidak radikal. Camus kemudian menawarkan cara yang ketiga, yaitu menerima keabsurdan hidup ini dengan memaknainya sesuai den...