Di suatu masjid yang sepi para jamaah disibukkan dengan kegiatan dorong-mendorong menjadi imam, siapa yang bernyali banyak dia yang jadi pemenangnya. Kegiatan rutin ini didominasi oleh para jamaah yang sudah tak muda lagi usianya. Dan sering terjadi ketika imam tetap tak sempat mengikuti sholat berjamaah. Tunjuk sana, tunjuk sini, tetap saja para jamaah tak ada yang bernyali. Seorang pemuda yang baru setengah matang umurnya hanya terdiam sambil melirik para orang tua yang tak akan ada habisnya bermain dorong-dorongan. Sampai kemudian ia nekat, walau dalam hatinya merasa ini akan sedikit melanggar kesopanan. Dia melewati para tetua, berdiri di posisi imam. Dimulailah takbiratul ihram sampai kemudian ia melantunkan bacaan Qur'annya. Lembut betul suaranya, nada-nada indah keluar dengan syahdunya pada setiap huruf. Tajwidnya tepat, hapalannya kuat. Para jamaah terasa terhipnotis sehingga mereka sholat dengan khusyuk hingga salam terakhir. Dari contoh kejadian di atas, adak...