Di suatu masjid yang sepi para jamaah disibukkan dengan kegiatan dorong-mendorong menjadi imam, siapa yang bernyali banyak dia yang jadi pemenangnya.
Kegiatan rutin ini didominasi oleh para jamaah yang sudah tak muda lagi usianya. Dan sering terjadi ketika imam tetap tak sempat mengikuti sholat berjamaah. Tunjuk sana, tunjuk sini, tetap saja para jamaah tak ada yang bernyali.
Seorang pemuda yang baru setengah matang umurnya hanya terdiam sambil melirik para orang tua yang tak akan ada habisnya bermain dorong-dorongan. Sampai kemudian ia nekat, walau dalam hatinya merasa ini akan sedikit melanggar kesopanan.
Dia melewati para tetua, berdiri di posisi imam. Dimulailah takbiratul ihram sampai kemudian ia melantunkan bacaan Qur'annya. Lembut betul suaranya, nada-nada indah keluar dengan syahdunya pada setiap huruf. Tajwidnya tepat, hapalannya kuat. Para jamaah terasa terhipnotis sehingga mereka sholat dengan khusyuk hingga salam terakhir.
Dari contoh kejadian di atas, adakah masjid di sekitarmu pernah terjadi hal yang serupa?
Penyakit yang paling berbahaya bagi laki-laki adalah ketidakberanian menjadi seorang pemimpin, khususnya lagi menjadi pemimpin shalat. Kekosongan jiwa kepemimpinan ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam pola peradaban. Coba kita bayangkan bagaimana jadinya jika seorang anak tidak lagi mendapatkan jiwa seorang ayah pada dirinya?
Ketika di dalamnya dirinya sudah tak ada lagi jiwa Qurani, ya jangan salahkan bila tak ada lagi lelaki yang berani memimpin.
"Orang tua yang taat kepada Allah itu wajar karena sudah tua. Tapi lebih menakjubkan lagi kalau ada anak muda yang taat kepada Allah. Allah tidak menyukai anak muda yang bermaksiat. Tapi lebih tidak disukai lagi kalau ada orang tua yang bermaksiat."
Kalo masa mudanya gak ada yang bisa dibanggain, seenggaknya jangan malu-maluin di masa tuanya. Jangan jauh-jauh ngomongin peradaban, kalo masa mudanya jauh dari Al-Qur'an. Jangan jauh-jauh ngomongin peradaban, kalo hobinya masih gonta-ganti perempuan.
Yuk kalo baca Al-Kahfi lebih diresapi lagi maknanya! Karena di situ ada rumus buat jadi pemuda yang baik dan benar. Yang mana masa muda itu harus diisi dengan iman, dengan iman itu Allah kasih petunjuk, dengan petunjuk itu selain Allah kasih kita pemahaman, Allah juga kasih kita kesempatan buat menebarkan kebermanfaatan. "Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama manusia".
Hai para pemuda, apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Jangan sampai hari ini lebih buruk dari hari kemarin, tiati nih, penyakit.
Komentar
Posting Komentar