Kawan, pernahkah dalam hidupmu merasa bahwa apa yang engkau minta tak akan terkabul?
Di hari kemarin, saat dirimu menginginkan banyak sekali pinta; engkau senandungkan pintamu dalam setiap doa, rela bangun di sepertiga malam hanya untuk memohon kepada Sang Pencipta.
Di hari kemarin, saat dirimu menginginkan masa depan yang lebih baik; engkau berusaha semaksimal mungkin agar segala doamu dapat terkabul, merasa nikmat dalam setiap ibadah yang engkau jalankan, merasa diri dekat dengan Sang Maha Pemberi.
Kemudian, di suatu hari yang cerah, saat diri merasa lelah; engkau memilih menyerah.
Engkau menyerah karena merasa doamu tak pernah terkabul, merasa bahwa Allah tak akan memberi apa yang engkau minta. Kemudian, engkau pun mulai meninggalkan Tahajud yang setiap malam dikerjakan.
Doamu yang dulu panjang, kini hanya tinggal menjadi angan-angan. Shalatmu yang dulu khusyuk, kini hanya sebatas kewajiban.
Pernahkah kau merasa seperti itu, kawan?
Pernahkah terpikir dalam dirimu, bahwa Allah sudah menyiapkan hadiah untukmu di saat sedang berada dalam nikmatnya ibadah?
Kemudian Allah menarik kembali hadiahmu karena tahu, bahwa hamba-Nya sudah mulai meninggalkan dan melupakan-Nya?
Sekarang, ambil kembali pintamu yang sudah menjadi kenangan dalam abu. Susun kembali doamu yang panjang itu, tegakkan kembali Tahajudmu yang khusyuk seperti dulu.
Mungkin, mungkin engkau merasa bahwa Allah tidak mengabulkan pintamu. Mungkin engkau merasa tak lagi sanggup menahan lelahnya perjuangan.
Tapi percayalah, saat engkau beribadah hanya untuk mendapat kasih sayang-Nya, mustahil bagi Allah untuk menyia-nyiakan hamba yang dikasihi-Nya.
Komentar
Posting Komentar